Minggu, 12 Juni 2011

kepada jantung yang dalam tertanam

aku kenal betul, langkah yang tak pernah padam
matanya, selayaknya dambamu
sinar kebiruan terpancar menjadi lesatan mimpi-mimpi
:Satria, pasti rautnya yang kerap menghujani malamku
kita seperti batang-batang kayu yang melingkarkan jari di muka perapian
mengapa tak lekas terbakar?
norma, jalang
ini gelap kamarku, cukup kita mengalunkan kebisuan
lalu terpejam bersama ketiadaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar